Sekarang ini organ tunggal hampir selalu hadir di setiap acara pesta baik pesta pernikahan, sunatan bahkan arisan keluarga di gedung maupun di halaman rumah, selalu memakai jasa organ tunggal. Musik yang dibawakan beragam dari pop sampai dangdut. Gamelan atau musik tradisional lain kelihatannya sudah mulai tidak dilirik, mungkin karena memang jauh lebih mahal daripada organ tunggal.
Ketika menghadiri undangan dengan acara seperti ini, mencicipi hidangan diiringi musik dan lagu yang merdu memang menambah semarak pesta, tapi...
Ya tapi..beberapa kali saya menghadiri undangan yang menghadirkan organ tunggal dengan menampilkan penyanyi berpakaian dan penampilan yang seronok duh...Bahkan beberapa hari yang lalu , karena undangannya di luar kota, saya sengaja mengajak serta puteri bungsu saya untuk menghadiri undangan syukuran sunatan. Saya pikir karena ini acara anak-anak jadi pasti akan aman, tapi....(lagi)
Pestanya diselenggarakan di rumah yang kebetulan karena berada di pinggir jalan, sempat membuat macet jalanan. Panggung yang berada tepat di tengah-tengah undangan dibuat tinggi, dan yaitu...penyanyinya duduk di atas dengan rok pendek dan kaki diangkat, sedangkan yang sedang menyanyi tak kalah seru...memakai baju tipis sampai terlihat.... dan goyangannya itu ya Allah...padahal ini kan di tempat terbuka dengan beragam undangan.
Ceritanya belum selesai disitu, karena selanjutnya para pria mulai ikut bergoyang di atas panggung sambil menyelipkan uang saweran di dada artis...
Ampun....selera makan langsung hilap, ngebut aku habiskan makanan dan segera kutarik anakku untuk segera pergi dari tempat itu...
Sepanjang jalan pulang aku hanya bisa berbisik kepada anakku...nak itu adalah perbuatan yang sangat tidak baik, jadilah kau anak pintar supaya bisa membedakan mana yang baik dan benar.....
Rabb lindungi anak-anak hamba ...
note.
Tentunya tidak semua organ tunggal begitu, karena saya juga sering menghadiri pesta dengan organ tunggal dan penyanyi yang sopan, sehingga undangan pun betah dan nyaman...
06 Desember 2009
06 September 2009
Anekdot
Wah.....ternyata sudah lama sekali nggak update nih....kemana aja ya...
welll....belakangan ini memang hari-hariku lumayan sibuk, biasa lah urusan pekerjaan. Tambahan alat-alat baru di lab.genetik sangat menantang untuk dipelajari, maklumlah latar belakangku yang bukan orang genetik, jadi belajarnya agak tersendat-sendat hi hi...belajarnya harus dari dasar banget....
Lagian..gara-gara kelengkapan alat juga, hampir semua ikan harus diuji keragaman genetiknya...apa kebalik ya...karena banyak ikan yang harus dianalisa keragamannya maka disediakan alat itu....
Ternyata kegiatan ini cukup menyita waktu juga, mungkin karena aku yang terlalu ingin tahu ini itu, padahal pekerjaan intiku di lab. kesehatan juga buanyak...apalagi permintaan akan vaksin KHV teruuus...aja. vaksin yang kita coba buat selama ini masih belum stabil...jadi mau coba bikin DNA recombinan...hi hi...harus banyak belajar lagi deh....
Balik ke cerita di rumah, bulan puasa nih...puasa kali tanpa si sulung, wah...sedih juga, setiap buka or saur pasti inget, dia udah makan apa belum ya....tapi the show must go on, dia juga harus belajar mandiri toh...
Bulan puasa juga adalah jadwal bikin kue kering sendiri, iya...cuma setahun sekali bikin kue sendiri, makany yang namanya oven dan loyang, walaupun sudah bertahun-tahun masih terlihat baru terus, karena jarang dipake...anak-anak sudah pada request...yang satu pesan kastengel, satunya lagi puteri salju dan coklat, bapaknya teteeep pesanan utama cheestick yang rasa kejunya nempel di lidah...
Kalau udah begini rasanya seneeeng banget, karena bisa pamer ke anak-anak kalau ibunya juga bisa bikin kue selain analisa DNA ha ha..
Uh...postingan kali ini campur sari nih....gak apa-apa kan
Mau cerita juga tentang gempa 7,3 SR yang terjadi Rabu kemarin, aku masih di kantor, anakku di rumah sendiri yang satu lagi di lagi bimbel di GO, duh...tegang banget, baru ketika gempa selesai telpon sana-sini, baru bernafas lega ketika semuanya menyatakan baik-baik saja. Pulang ke rumah agak kaget juga melihat barang-barang pada bertebaran...mulai panci-panci di dapur sampai tumpukan buku-buku dan hiasan-hiasan kecil pada bertebaran di lantai...anakku sendiri belum berani masuk, ketika telpon anakku yang dari Yogya baru nyambung, dia cuman komentar...gak kerasa bu lagi tidur...oalah...
Anyway...Alhamdulillah semua keluargaku selamat, dan ikut berduka juga bagi saudara-saudara yang tetimpa musibah cukup parah, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, semoga kita tetap kuat dalam menghadapi semua ujianNya.
welll....belakangan ini memang hari-hariku lumayan sibuk, biasa lah urusan pekerjaan. Tambahan alat-alat baru di lab.genetik sangat menantang untuk dipelajari, maklumlah latar belakangku yang bukan orang genetik, jadi belajarnya agak tersendat-sendat hi hi...belajarnya harus dari dasar banget....
Lagian..gara-gara kelengkapan alat juga, hampir semua ikan harus diuji keragaman genetiknya...apa kebalik ya...karena banyak ikan yang harus dianalisa keragamannya maka disediakan alat itu....
Ternyata kegiatan ini cukup menyita waktu juga, mungkin karena aku yang terlalu ingin tahu ini itu, padahal pekerjaan intiku di lab. kesehatan juga buanyak...apalagi permintaan akan vaksin KHV teruuus...aja. vaksin yang kita coba buat selama ini masih belum stabil...jadi mau coba bikin DNA recombinan...hi hi...harus banyak belajar lagi deh....
Balik ke cerita di rumah, bulan puasa nih...puasa kali tanpa si sulung, wah...sedih juga, setiap buka or saur pasti inget, dia udah makan apa belum ya....tapi the show must go on, dia juga harus belajar mandiri toh...
Bulan puasa juga adalah jadwal bikin kue kering sendiri, iya...cuma setahun sekali bikin kue sendiri, makany yang namanya oven dan loyang, walaupun sudah bertahun-tahun masih terlihat baru terus, karena jarang dipake...anak-anak sudah pada request...yang satu pesan kastengel, satunya lagi puteri salju dan coklat, bapaknya teteeep pesanan utama cheestick yang rasa kejunya nempel di lidah...
Kalau udah begini rasanya seneeeng banget, karena bisa pamer ke anak-anak kalau ibunya juga bisa bikin kue selain analisa DNA ha ha..
Uh...postingan kali ini campur sari nih....gak apa-apa kan
Mau cerita juga tentang gempa 7,3 SR yang terjadi Rabu kemarin, aku masih di kantor, anakku di rumah sendiri yang satu lagi di lagi bimbel di GO, duh...tegang banget, baru ketika gempa selesai telpon sana-sini, baru bernafas lega ketika semuanya menyatakan baik-baik saja. Pulang ke rumah agak kaget juga melihat barang-barang pada bertebaran...mulai panci-panci di dapur sampai tumpukan buku-buku dan hiasan-hiasan kecil pada bertebaran di lantai...anakku sendiri belum berani masuk, ketika telpon anakku yang dari Yogya baru nyambung, dia cuman komentar...gak kerasa bu lagi tidur...oalah...
Anyway...Alhamdulillah semua keluargaku selamat, dan ikut berduka juga bagi saudara-saudara yang tetimpa musibah cukup parah, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, semoga kita tetap kuat dalam menghadapi semua ujianNya.
03 Juni 2009
capres dan cawapres, pilih siapa ...?
Seru juga menyimak sepak terjang tim sukses ketiga pasangan capres dan cawapres kita, kadang-kadang lucu karena hal-hal sepele pun diangkat, dibicarakan dan dikomentari, dari masalah kuda, neolib sampai ke masalah jilbab.
omong-omong soal kuda, duluuu sekali, pernah punya keinginan mempunyai rumah yang luas dengan halaman penuh pepohonan dan ada ranch dengan kuda-kuda yang bagus...terobsesi dengan buku-buku cerita kehidupan di Texas he he...Alhamdulillah ternyata salah satu cawapres kita memilikinya. ikut senang lah meskipun impianku sih terkubur begitu saja, soalnya ternyata sebelah rumahku bukan ranch tapi kolam ...
Selain itu karena seringnya istilah neolib muncul, akhirnya jadi pengin tahu apa sih itu neo liberalisme, ternyata ada juga pernyataan bu Sri Mulyani tentang apa itu neolib. jujur aja saya paling nggak ngerti istilah-istilah ekonomi. Tapi kenapa berikutnya semua masalah dikaitkan dengan neolib ya...jadi populer deh itu kata.
Lalu tentang jilbab, wah...ternyata jadi topik menarik juga ya untuk menarik pendukung.
Yah...apapun itu kita memang harus memilih salah satu dari mereka tentunya yang terbaik dengan harapan agar bangsa kita akan lebih sejahtera, adil dan makmur.
BTW jadi agak takut-takut ya menulis sekedar curahan hati di blog...takut kayak Prita...ih sereeemmm
omong-omong soal kuda, duluuu sekali, pernah punya keinginan mempunyai rumah yang luas dengan halaman penuh pepohonan dan ada ranch dengan kuda-kuda yang bagus...terobsesi dengan buku-buku cerita kehidupan di Texas he he...Alhamdulillah ternyata salah satu cawapres kita memilikinya. ikut senang lah meskipun impianku sih terkubur begitu saja, soalnya ternyata sebelah rumahku bukan ranch tapi kolam ...
Selain itu karena seringnya istilah neolib muncul, akhirnya jadi pengin tahu apa sih itu neo liberalisme, ternyata ada juga pernyataan bu Sri Mulyani tentang apa itu neolib. jujur aja saya paling nggak ngerti istilah-istilah ekonomi. Tapi kenapa berikutnya semua masalah dikaitkan dengan neolib ya...jadi populer deh itu kata.
Lalu tentang jilbab, wah...ternyata jadi topik menarik juga ya untuk menarik pendukung.
Yah...apapun itu kita memang harus memilih salah satu dari mereka tentunya yang terbaik dengan harapan agar bangsa kita akan lebih sejahtera, adil dan makmur.
BTW jadi agak takut-takut ya menulis sekedar curahan hati di blog...takut kayak Prita...ih sereeemmm
23 April 2009
Ujian Akhir Nasional
Saat ini UAN untuk SMA sedang berlangsung, untuk 6 mata pelajaran; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, Biologi, dan Fisika dengan nilai kelulusan minimal 5,5. Jika dilihat angkanya kelihatannya memang kecil ya, tapi...mengingat dari tahun-ketahun masih banyak saja anak yang nggak lulus, terang saja hal ini membuat senewen orang tua. Kekhawatiran yang sangat beralasan, bayangkan saja kelulusan ditentukan dengan 2 jam pelajaran ujian, dan kalau tidak lulus harus mengikuti ujian paket C. Kebayang nggak sih kalau ada anak yang kebetulan bersekolah di sekolah favorit ternyata ijazahnya dari paket C. Walaupun ada beberapa perguruan tinggi yang menerima lulusan berijazah paket C, tapi ada juga perguruan tinggi yang memang mensyaratkan kelulusan di UAN.
Kalau difikir sebenarnya anaknya pasti lebih senewen, karena mereka yang harus menjalani, kadang suka kasihan dan ikut merasa capek melihat persiapan anak-anak menjelang UAN, mulai pelajaran tambahan di sekolah, belum lagi ikut bimbingan belajar sehingga pulang ke rumah terkadang sudah malam.
Hari-hari menunggu pengumuman kelulusan juga tentunya akan membuat waktu serasa berjalan sangat lambat, apa sih yang tidak lebih menjemukan selain menunggu...?
OK, di balik semua itu tentu Pemerintah kita memang menginginkan standar kelulusan secara nasional untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, semoga saja niat baik ini tidak menimbulkan beban berlebihan buat anak dan juga orang tua.
Buat anakku dan juga semua anak SMA yang sedang mengikuti UAN, moga-moga kalian berhasil mengatasi momok UAN dan semoga berhasil lulus dengan nilai baik/memuaskan...doa ibu berada dalam setiap helaan nafasmu nak...
Kalau difikir sebenarnya anaknya pasti lebih senewen, karena mereka yang harus menjalani, kadang suka kasihan dan ikut merasa capek melihat persiapan anak-anak menjelang UAN, mulai pelajaran tambahan di sekolah, belum lagi ikut bimbingan belajar sehingga pulang ke rumah terkadang sudah malam.
Hari-hari menunggu pengumuman kelulusan juga tentunya akan membuat waktu serasa berjalan sangat lambat, apa sih yang tidak lebih menjemukan selain menunggu...?
OK, di balik semua itu tentu Pemerintah kita memang menginginkan standar kelulusan secara nasional untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, semoga saja niat baik ini tidak menimbulkan beban berlebihan buat anak dan juga orang tua.
Buat anakku dan juga semua anak SMA yang sedang mengikuti UAN, moga-moga kalian berhasil mengatasi momok UAN dan semoga berhasil lulus dengan nilai baik/memuaskan...doa ibu berada dalam setiap helaan nafasmu nak...
02 Februari 2009
Basa Sunda kumaha bejana...
Asa geus lawas pisan kuring tara maca buku anu make basa Sunda. Sok inget jaman baheula bapa kuring sok langganan majalah Mangle atawa Suara Daerah anu mangrupakeun buku pikeun anggota PGRI. Harita sok pogot pisan macaan carita pondok atawa carita nyambungna. Kabehdieunakeun mah asa rada hese manggihan buku basa Sunda teh, mun aya oge asa teu pati alus jejer caritana.
Minggu kamari basa ulin ka perpustakaan bet manggihan buku anu alus pisan, matak kataji ku eusi, teu salah da eta buku teh mangrupakeun autobiografina Prof. Drs. HR. Muhtar Affandi Rektor UNPAS manten, oge pernah jadi Pupuhu Paguyuban Pasundan. Buku ieu medarkeun carita rupa-rupa kajadian anu kungsi kaalaman ku anjeunna, anu ngalaman hirup dina jaman Walanda jeung Jepang. Ku kabeneran deuih geuning anjeunna teh urang Jampang Kulon, ari sakolana di HIS jeung MULO Sukabumi, bari dilengkepan ku poto- poto wangunan Walanda jaman baheula asa wararaas nempona. Sanajan bukuna kandel tapi caritana teu matak bosen, matak betah ngilona.
Buku nu hiji deui mah mangrupakeun kumpulan essay Ajip Rosidi anu kungsi dimuat dina majalah Mangle, eusina rupa-rupa pisan, lolobana mah carita anu ditulis titimangsana keur di Osaka. ti mimiti paguneman ihwal ejahan basa Sunda npikeun ka surat-surat pribadi anu dimuat oge ku majalah mangle, da alus pikeun dibaca ku sarerea.
Hanjakal pisan ieu buku anu aralus teh teu bisaeun dibaca ku barudak, rumasa barudak teh teu ngalartieun basa Sunda anu asli kieu mah, majarkeun teh hese...nyaeta atuh caritana cicing di Sukabumi ari ngobrol sapopoe make basa Indonesia da lamun diajak ngobrol ku basa sunda oge ngajawabna teh pasti we ku basa Indonesia, hanjakal pisan...
Minggu kamari basa ulin ka perpustakaan bet manggihan buku anu alus pisan, matak kataji ku eusi, teu salah da eta buku teh mangrupakeun autobiografina Prof. Drs. HR. Muhtar Affandi Rektor UNPAS manten, oge pernah jadi Pupuhu Paguyuban Pasundan. Buku ieu medarkeun carita rupa-rupa kajadian anu kungsi kaalaman ku anjeunna, anu ngalaman hirup dina jaman Walanda jeung Jepang. Ku kabeneran deuih geuning anjeunna teh urang Jampang Kulon, ari sakolana di HIS jeung MULO Sukabumi, bari dilengkepan ku poto- poto wangunan Walanda jaman baheula asa wararaas nempona. Sanajan bukuna kandel tapi caritana teu matak bosen, matak betah ngilona.
Buku nu hiji deui mah mangrupakeun kumpulan essay Ajip Rosidi anu kungsi dimuat dina majalah Mangle, eusina rupa-rupa pisan, lolobana mah carita anu ditulis titimangsana keur di Osaka. ti mimiti paguneman ihwal ejahan basa Sunda npikeun ka surat-surat pribadi anu dimuat oge ku majalah mangle, da alus pikeun dibaca ku sarerea.
Hanjakal pisan ieu buku anu aralus teh teu bisaeun dibaca ku barudak, rumasa barudak teh teu ngalartieun basa Sunda anu asli kieu mah, majarkeun teh hese...nyaeta atuh caritana cicing di Sukabumi ari ngobrol sapopoe make basa Indonesia da lamun diajak ngobrol ku basa sunda oge ngajawabna teh pasti we ku basa Indonesia, hanjakal pisan...
24 Januari 2009
Catatan buat Mamah dan Apa
Hari ini aku terima pesan singkat dari Dini Hariany sahabat lamaku, isinya membuatku merenung..ya..kehilangan ibunya di akhir Desember lalu ternyata masih menyisakan kepedihan mendalam bagi dia, dan diujung pesannya Dini menuliskan kalimat"mumpung orang tuamu masih ada sering-seringlah menengok, karena penyesalan itu tidak pernah datang di awal". Penyesalan karena selama ini ternyata kepedulian kita terhadap orang tua sangatlah minim. Berbagai alasan sering muncul ketika mereka menanyakan kapan akan berkunjung...
Pesan singkat itu juga mengingatkanku kepada orang tuaku tercinta yang kini hanya tinggal berdua di rumah, Alhamdulillah Allah masih memberi kesehatan kepada mereka.
Dulu... dengan delapan anak dan penghasilan Apa yang hanya seorang guru desa, tentunya sangat sulit membesarkan dan menyekolahkan kami, tapi dengan kesederhanaanya ternyata semua bisa diatasi.
Ketika aku merengek-rengek minta tas baru, mamahku mebuatkan aku sebuah tas lucu dari bahan wol, ya...mamah merajut baju hangat, tas dan juga menjahitkan pakaian untuk anak-anaknya kadang sampai larut malam...tapi cinta dan kasih sayang seakan menguapkan segala kelelahan.
Maafkan kami ya Mah, Pa...karena tidak setiap saat bisa mengunjungi dan berkumpul di rumah. maafkan kami yang tidak ada pada saat kalian membutuhkan. Di usia kami yang sudah menjadi orang tua juga dari anak-anak kami, cinta dan kasih sayang kalian laksana cahaya penerang yang selalu menyinari dan memberi kehangatan.
Pesan singkat itu juga mengingatkanku kepada orang tuaku tercinta yang kini hanya tinggal berdua di rumah, Alhamdulillah Allah masih memberi kesehatan kepada mereka.
Dulu... dengan delapan anak dan penghasilan Apa yang hanya seorang guru desa, tentunya sangat sulit membesarkan dan menyekolahkan kami, tapi dengan kesederhanaanya ternyata semua bisa diatasi.
Ketika aku merengek-rengek minta tas baru, mamahku mebuatkan aku sebuah tas lucu dari bahan wol, ya...mamah merajut baju hangat, tas dan juga menjahitkan pakaian untuk anak-anaknya kadang sampai larut malam...tapi cinta dan kasih sayang seakan menguapkan segala kelelahan.
Maafkan kami ya Mah, Pa...karena tidak setiap saat bisa mengunjungi dan berkumpul di rumah. maafkan kami yang tidak ada pada saat kalian membutuhkan. Di usia kami yang sudah menjadi orang tua juga dari anak-anak kami, cinta dan kasih sayang kalian laksana cahaya penerang yang selalu menyinari dan memberi kehangatan.
08 Januari 2009
Senja di kaki langit
Hari ini, pulang kerja rasanya penat sekali...minggu pertama awal tahun, rasanya pekerjaan kok langsung berjibun.
Sampai di rumah terasa sepi karena anak-anak sedang berlibur ke rumah eyangnya.
Tapi.... seusai mandi dan ketika beranjak menutup gorden belakang rumah...semburat lembayung berwarna kuning keemasan, nampak di kaki langit dengan latar depan pohon kelapa yng memang banyak tumbuh di areal perkolaman di belakang rumah (dinas) ku. Sungguh mempesona...lukisan alam yang luar biasa... segera saja kuambil kamera dan jepret..jepret....
Ketika aku tunjukkan gambarnya ke suami, langsung deh komentar....harusnya pake kecepatan rendah, harusnya bla...bla....supaya gambarnya bagus bu...
Ah biarin aja yang penting hilang sudah penatku, memandangi keindahan langit sore dan tak henti-hentinya memuji kebesaranNya ...Subhaanaka Maa Kholaqta haadza bathila
Langganan:
Postingan (Atom)