24 Oktober 2015

Perjalanan ke Jepang bag. III. Niigata....

Sepertinya cerita sebulan di negeri sakura tak ada habis-habisnya, training memang tujuan utama, tapi tentunya gak seru kalau yang diceritakan berkisar antara biologi molekuler, cloning, culture sel, histopathologi deelel deelel....sok tak pernah kulewatkan hari libur Sabtu Minggu untuk jalan-jalan di Ise city dan sekitarnya.

Nah di bagian ketiga  ini saya mau berbagi cerita ke tempat-tempat menarik lainnya yang sempat saya kunjungi.
Minggu ke tiga di Jepang saya punya kesempatan untuk mengunjungi Nigata, salah satu perfecture di jepang yang terkenal sebagai penghasil beras terbaik di Jepang dan tentu saja di dunia perikanan Nigata terkenal dengan koi (Nikishigoi).
Jarak yang cukup jauh a ntara Mie - Nigata dengan menggunakan kereta cepat (sayang bukan shinkansen...:) memerlukan 4 kali ganti kereta dengan waktu tempuh sekitar 6 jam. Berangkat jam 9.00 pagi dari Peer Pearl hotel sampai di The new Otani Hotel Nagaoka menjelang jam 9 malam. Perjalanannnya cukup menyenangkan dengan kereta yang nyaman dan pemandangan luar biasa eperti ini.

Entah di daerah mana....maklum penunjuk jalannya pakai tulisan kanji he he....dari kereta pemandangan matahari menjelang senja hingga terbenam, terlihat jelas dan cantik meskipun dari dalam kereta.

 Tujuan kunjungan ke Nigata yang utama adalah mengunjungi Internasional Koi Show yang diikuti oleh 21 negara termasuk Indonesia. Jangan tanya deh kualitas koi nya...keren-keren bingit.... 
 Next destinasion di Nigata ke  Nishikigoi no sato, Ojjya. Tempat ini seperti museum sejarah koi baik di Jepang maupun dunia, dilengkapi dengan berbagai naskah dan asal-usul penamaan koi. Dan dibagian belakang gedung terdapat taman cantik dengan sentuhan kolam hias penuh dengan koi yang indah...



 Nggak ke Nigata juga dong kalau gak menikamti sightseeing....?  hmm....kami naik ke Panorama tower Gunung Yahiko. dan juga mengunjungiTsubame  onsen,onen paling populer di Niigata,tapi ya nggak sempat coba berendam sih....nggak punya nyali.
   

Enaknya disini itu memang sewa kendaraan kalau mengandalkan kendaraan umum agak susah karena tempat-tempat indahnya tidak terlewati kendaraan umum, Ingatnya di bukit ini dengan sok jagoan kita mendaki tanpa menggunakan lift yang sebenarnya tersedia disana...demi ego...kita melewati ratusan tangga...dengan terengah-engah...dan di dan puncak...wow..ada dua sisi berbeda diantara kedua sisi. sisi kiri area pantai sedangkan bagian kanannnya pesawahan yang luas penghasil beras jepang yang terkenal pulen 




Minggu terakhir di Mie....
Maasih ada satu hari Minggu, dan ketika ditawari untuk pergi melihat taman bunga atau fishing, saya memilih fishing....yey....lebih karena inget suamiku yang suka memancing, supaya bisa cerita bagaimana rasanya mancing ikan trout....love you Pa, seandainya ikut pasti lebih seru....



 Tempat pemancingannya adalah Inaba Sanctuary fish, dua jam pake mobil dengan cukup ngebut he he...disuguhi dengan area pemancingan yang betul-betul menyejukkan, suasanya sejuk eh dingin ya...tempatnya bersih dan indah, ramah juga buat keluarga....wow...rupanya orang-orang yang telah sibuk di hari-hari kerja refreshing di sini bersama keluarga. kita beli tiket disini, dengan catatan satu tiket boleh nangkap 10 ekor ikan dan bisa dibawa pulang, kalau lebih harus dilepas lagi. pas mau pulang beneran dihitung dulu lho jumlah ikannya!
Horee...sebagai pemula ternyata aku bisa dapat 7 ekor ikan trout...setelah sebelumnya supervisorku sampai bete ngajarin cara melempar pancing...ha ha...sabar ya Boss...it's great time here...
Selepas mancing....? Ada restoran disitu...menunya berbagai olahan ikan...wah, suhu udara yang dingin ditambah dengan gerimis...hilang lenyap setelah menyantap hidangan jepang ...mantap deh...

Selepas senja pulang dari Inaba, matahari sudah hampir tenggelam, perahu-perahu kecil yang tertambat di Hiroya bay seperti berwarna keemasan tersapu cahaya matahari di ujung Barat. Bye Hiroya ...selamat tinggal Nakatsahamura, besok ..erjalanan pulang menuju Nagoya. berharap suatu saat akan kembali berkunjung ...

Cerita belum usai ya....perjalanan pulang dari Mie  Menjelang pulang kami menginap kembali di Ise Pearl peer hotel untuk selanjutnya ke bandara Nagoya, perjalanan sekitar 4 jam ditambah mampir dulu ke Ninja Iga Ryu, museum Ninja di Mie. sesaat berkelana ke masa-masa ninja berjaya, dengan suasana dan area masih seperti zaman dulu. 



28 Mei 2015

Perjalanan ke Jepang Bagian dua : Grand Shrine Geku-Naiku

Geku adalah kuil yang dibangun sekitar 1.500 tahun lalu sebagai tempat persembahan kepada Amaterasu Omikami salah satu dewa pada kepercayaan Shinto. Dewi Amaterasu merupakan dewi yang memberikan berkah untuk kelimpahan hasil panen, kesehatan dan kesejahteraan menurut kepercayaan mereka.

Sebulan tinggal di Ise shi, tentu tidak melupakan kunjungan ke grand shrine Geku dan Naiku. Hanya memerlukan sekitar 10 menit jalan kaki dari tempat menginap Ise Pearl Peer hotel, sengaja saya berangkat pagi-pagi sekali, mengingat kami janjian untuk dijemput jam 9.00 untuk perjalanan ke Nigata ken, jadilah jam 6 pagi sebelum sarapan saya keluar untuk menyelesaikan penasaran melihat kul yang terkenal di Jepang ini.
Melewati Ise stasiun, sambil agak takut kesasar maklum jalan sendirian...he he...ternyata setelah menyeberang dari stasiun mata sudah dimanjakan dengan jejeran toko-toko souvenir dengan deretan lampion di depannya, sayang...tentu saja sepagi itu belum ada yang buka. Setidaknya jadi yakin bahwa jalan yang diambil tidak salah.
Memasuki area kuil, dihadapkan dengan jembatan cantik dan gerumbulan pepohonan yang tertata rapi, disambut hangat oleh seorang penjaga yang dengan ramah menawarkan peta area Geku. Melewati jembatan kayu Hiyokebashi gerbang menuju Geku

 Karena masih pagi suasananya masih sangat sepi, akan tetapi kesegaran pepohonan yang lebat dan tinggi menjulang, membuat hati terasa hangat...sejuk dan segar....Sebelum memasuki area kuil ada bangunan Temizusha dengan semacam bak berisi air dan tersedia gayung dari kayu untuk mencuci tangan dan mulut.

 Setelah melewati jalan yang dikiri kanan dipenuhi dengan pepohonan tua yang tinggi menjulang memancarkan aroma kedamaian dan kenyamanan, saya melewati bangunan ini, sebuah bangunan yang menjajakan aneka 'jimat' untuk keberkahan yang dijaga oleh seorang kami...bhiksu Jepang.
Nggak bisa mendekat untuk mengambil foto disini karena terpampang tulisan dilarang memotret, jadi dari jauh saja....

Terdapat beberapa Torii gerbang kayu bulat di area ini, di tengah pepohonan. Torii merupakan simbol struktur Shinto

Kuil yang kedua adalah Naiku, Kali ini kami berangkat dari Hotel Hiroya. Naiku adalah Shinto shrine yang juga didekasikan kepada Amaterasu-Omikami, masih satu bagian dengan naiku hanya areanya lebih besar dan luas.
 Melewati gerbang utama yang kemudian disambut dengan aliran sungai jernih Isuzugawa dengan jembatan Ujibashi besar melengkung indah sepanjang 100 m disambut dengan hamparan taman cantik ala Jepang sungguh indah meawan.

 Berdoa di kuil Amaterasu memohon keselamatan dan kebahagian.


 Di seluruh area juga dipenuhi dengan pepohonan tinggi menjulang, terasa sejuk dan segar, meskipun memerlukan perjalanan yang lumayan jauh dari sejak pintu gerbang sampai ke kuil utama, tidak terasa melelahkan...tipsnya...jangan lupa pakai sepatu  yang nyaman ya....jalan kaki lumayan jauh...



Disini juga tersedia souvenir untuk berbagai keperluan ibadah Shinto.

Perjalanan melelahkan sekaligus menyenangkan, melihat sisi kepercayaan orang Jepang di tengah arus modernisasi, tetap terjaga dan tidak tergerus budaya luar.
Perjalanan pulang....
Di sepanjang jalan masuk/keluar kita melewati berbagai toko souvenir berupa pernak-pernik hiasan khas jepang dan juga berbagai makanan khas yang aromanya menusuk hidung...hmmm...sepertnya enak hanya saja bagi orang muslim sepertinya harus berhati-hati memperhatikan kandungan bahan makanan karena banyak yang tidak halal.

17 Mei 2015

Perjalanan ke Jepang, Bagian satu ....Pesona Sakura

Alhamdulillah........ mendapat kesempatan short course ke Jepang sungguh diluar dugaan, selama ini hanya bisa menikmati pesona Jepang dari National Geographic Chanel, antara percaya dan tidak...akhirnya sekali lagi Alhamdulillah mendarat juga di Kansai International Airport.

Tentunya ingin berbagi cerita dong pengalaman di sana. Karena banyak yang ingin diceritakan dibagi beberapa postingan ya....

Berangkat tanggal 4 April 2015, merupakan berkah tersendiri, setelah mengalami dua kali penundaan jadwal dari rencana semula Pebruari kemudian Maret dan ternyata berangkat April.....musim semi di Jepang saatnya bunga sakura bermekaran....Alhamdulillah
Dijemput  di Kansai Airport...langsung berangkat menuju tujuan di  Minamiise, Watarai, Mie Perfecture.
Sepanjang perjalanan aku pun terpana disuguhi bunga sakura yang sedang di puncak mekar, indah sekali...kuncup putih kecil tanpa daun sama sekali.


Foto pertama dengan sakura di pom bensin, tidak sabar untuk mengagumi sakura dari dekat. Melihat aku yang terkagum-kagum dengan sakura, Yuasa san...penjemput kami akhirnya berkata...ayo kita ke taman dulu supaya bisa melihat sakura....Alhamdulillah...horeee...ngerti juga maksud hatiku he he..
Sampai di taman di area watarai gun, wuahhhh...indah bangeet...hamparan pohon sakura dengan kuntum bunga ptih memenuhi seluruh area taman, guguran bunga-bunga kecil di sepanjang jalan duh....akhirnya aku bisa menyentuh bunga sakura....lebay banget ya....




Waktu itu hujan rintik-rintik turun, sehingga hanya sedikit pengunjung yang datang ke taman.Padahal katanya kalau cuaca cerah, taman ini selalu penuh dengan orang-orang yang sengaja piknik untuk melakukan hanami, kalau di Sukabumi mah botram kali ye....
Sayangnya gak bisa lama-lama di taman karena selain gerimis terus-menerus juga harus bergegas ke tujuan utama ke Hiroya hotel, istirahat menyiapkan diri untuk besok..memulai minggu pertama di Nakatsuhamaura, Minami Ise.

Sabtu, minggu berikutnya...baru ada kesempatan untuk melihat-lihat sekitar Hiroya hotel tempat aku menginap, jalan-jalan sebentar menyaksikan bunga-bunga sakura yang mulai luru, gugur,  beterbangan terkena hembusan angin


Sejenak menikmati luruhan bunga-bunga sakura nan cantik, sambil sok-sok romantis berandai-andai suami dan anak-anakku ikut ke sini menikmati guguran bunga sakura


inginnya, fotonya bisa menangkap jatuhnya bunga-bunga yang terbawa angin, apalah daya hanya hape sederhana yang aku bawa...Bunga-bunga mekar hanya dalam dua minggu, untuk selanjutnya daun-daun hijau mulai bermunculan di ketiak bunga, menggantikan pesona putih bunga beranjak ke gerumbulan hijau dedaunan.

28 Oktober 2014

Singapura.....Sekedar Berbagi Cerita




Perjalanan ini direncanakan jauh-jauh hari, tepatnya setahun sebelumnya dengan harapan leluasa dalam mengatur waktu cuti masing-masing, dapat memperlancar izin dari kepala suku masing-masing dengan negosiasi yang cukup panjang tapi satu yang paling penting.....booking tiket Air Asia yang muuuraaah.....

Rencana awal yang akan berangkat empat orang, teh Nia, saya, Henty dan Lisye....ternyata setelah menunggu satu tahun, di dua minggu sebelum berangkat teh Nia gak bisa pergi karena bentrok dengan diklat di sekolah tempatnya mengajar.....itu alasannya....

Dimulai dengan urusan sibuk membuat paspor, membuat surat cuti, menyelesaikan pekerjaan yang tersisa....tak lupa mencari berbagai sumber tips dan trik hemata berwisata ke negeri Singa....(banyak sekali ternyata...dengan segala macam petuah dan pengalaman...)

Berangkat dengan jadwal penerbangan jam tujuh itu, mengharuskan berangkat jam tiga malam dari Sukabumi, diputuskan untuk menginap saja di rumah henty di Bogor, berangkat dari Sukabumi jam tujuh menggunakan colt bogor yang terkenal dengan ngebutnya....sampai deh di Bogor jam 10-an.
Pamit kepada tuan rumah untuk langsung tidur, supaya bisa bangun dengan segar bugar subuh besok, sambil tak sabar menunggu waktu ke Bandara.

Singapore.....kami sampai di Changi airport jam sembilan, lima menit setelah hape dinyalakan kembali ada telpon masuk dari Bos...Bu Zakki mengenai ini dan itu....bla...bla..., maaf Bos saya kan lagi cuti di Singapura, so please urusan kerjaan di handle dulu ya...dan jangan lama-lama nelpon roaming nih...ngabisin pulsa he ..he....

Mengingat banyak tips di blopg yang menganjurkan bawa botol minum kosong dari Soeta untuk diisi air minum gratis di Changi, jadi yang pertama dilakukan adalah...mencari tempat isi air minum ...lirik kanan kiri...intip dulu ada cara orang make supaya gak kelihatan kampungan he he....berhasil...dapat air minum dingin dua botol...

Lanjut ke tujuan pertama, penginapan Mount Blanc Inn, yang sebelumnya sudah di book untuk dua malam tiga hari, tempatnya lumayan, bersih, rapi, tidak terlalu jauh dari stasiun MRT, hanya saja....jreng...jreng....ternyata kamarnya gak pake pintu...cuma ada selembar gorden tipis yang menghalangi tiap kamar, alhasil....kicauan kamar sebelah yang sepertinya orang-orang korea riuh terdengar, tapi gak masalah,....kita juga bisa tetep ketawa cekikian dengan logat sunda sukabumi yaaang sangat kental.... kamar mandi bareng-bareng di bawah dan tentu saja walaupun bareng-bareng tetep bersih.....

Simpan tas, solat, dan tidak usah pake mandi dulu....langsung ke tujuan pertama...Orchad road....yang sangat terkenal itu, katanya gak ke Singapura kalau gak kesini. Hmm....ternyata disini hanya ternganga-nganga melihat harga barang branded yang tokonya dipenuhi orang Indonesia.....akhirnya apa boleh buat...kita cuma bisa berfoto saja, nampang...tidak usah lah beli-beli, nggak cukup uang bekalnya dipake belanja disini...(hiks...miris...sambil mikir...uang buat beli satu tas saja bisa cukup buat bayar kuliah sama kosan si Kaka tambah buat bekelnya...tambah bla..bla...)


       

Tapi ternyata oh ternyata...ada es krim potong yang terkenal itu, baiklah kalau yang ini sih kebeli ..ha ha ngenes....icip-icip lah, kata orang istimewa masak gak nyicipin. Puas jalan-jalan santai menikmati suasana orchad road sambil cuci mata lihat barang-barang bagus tapi gak beli, sedikit seringai iri melihat orang lain pada bawa tas belanja keren-keren....duh...coba kalau ada yang jual tasnya doang, dibeli deh wk..wk...

Hari beranjak malam tak terasa, ketika teringat ada referensi untuk mendatangi Lucky Plaza karena disitu banyak barang yang harganya murah, lalu....masuk deh lucky Plaza...seperti di Supermall ternyata kalau di Sukabumi sih...banyak dompet, minyak wangi aneka pernak-pernik dengan harga 10 SGD/3 item. Boleh...boleh lah buat sedikit oleh-oleh....

Besoknya target kedua adalah Sentosa Island, tujuan utama tentu saja Universal studio yang terkenal itu, mau masuk ke dalam dengan tiket 75 SGD/orang?  ah nggak juga juga mau foto di depan globenya ajalah...mana tahan harga tiketnya....



     

Putar-putar di Sentosa Island, lihat-lihat toko makanan yang kagak ade di Sukabumi, toko coklat hersey, Pop Corn apa tuh..sampai lupa, toko candy yang ditata menarik...hemmm...cuci mata deh, nangkring sebentar di kedai makanan melepas dahaga, disini acaanya sudah lupa deh menghemat air, beli aja lah...masak haus ditahan...

Next trip..menuju ke icon singapura Merlion,  enaknya naik MRT, petunjuknya jelas, penumpangnya gak saling serobot, pengumumannya diucapkan dalam bahasa Inggris, Melayu dan Cina, nyaman lah tidak tersesat. Yang berkesan adalah ketika antri beli tiket MRT, ketika aku berdiri agak jauh dari antrian, saat itu yang beli tiket Isye dan Henty....Nah karena aku berdiri agak jauh dari antrian, maka ketika ada orang mau masuk antrian tidak lupa dia bertanya, are you in queu...oh kalau di Indonesia pasti gak akan ditanya, langsung aja serobot...baiklah daripada bolak-balik ditanya, akupun mundur agak jauhan lagi...

Pegal jalan jalan di Sentosa island, dilanjutkan jalan kaki dari setasiun MRT ke Merlion Park, ditambah kenyataan bahwa patung merlionnya ternyata kecil, gedean yang di sentosa, mulailah terasa capek....terutama isye nih, yang kakinya ikut-ikutan lecet...momen foto disini pun sepertinya gak dapat yang indah, karena sudah malas jalan ambil posisi dari tempat yang salah, dengan latar belakang patung merlion dengan ada truk  yang buat angkat brang berat, dan Isye yang sudah tidak bisa tersenyum....hu hu.....
                    

Melepas penaat, akhirny nangkring di Starbuck, sambil nyari wifi gratisan, sekedar lapor kepada kepala suku di rumah, tentang keadaan emak yang lagi jalan-jalan. pesannya hot chocolate keluarnya....cold chocolate alah mak...bahasa Inggris yang gaj jelas rupanya. nangkring sambil melihat orang-orang bule makan memenuhi pelataran Marina bay, dan kepala sudah terlalu cenat-cenut karena sudah dapat Starbuck, walau salah pesanan, next ceprat-cepret lagi dengan latar belakang bangunan iconik Singapura.
Menjelang malam, atraksi laser dimulai, sungguh pesona yang luar biasa, penat dan lelah langsung hilang

      

Atraksi selesai, mulai deh acara keliling-keliling naik Singapore river cruise, menikmati Singapura di waktu malam bermandikan cahaya. Berhenti di marina bay sand

     

Rencana dan dijadwal tuh tertulis tujuan Esplanade Theater on the bay, Museum Art science dan garden the bay, tapi nanya ke petugas katanya MRT terakhit jam sebelas, jadi terbirit-birit lah kami ...sekedar berfoto di depan Helix bridge yang berpendaran cahaya malam

 Displaying IMG-20140523-WA0002.jpg    Displaying IMG-20140523-WA0003.jpg     
  O iya...kata tips wisata ke Singapura, jangan lupa kunjungi Mustafa centre untuk beli oleh-oleh....begitulah malam itu, setelah terbirit-birit mengejar MRT, sampai stasiun deket hotel, kepikiran untuk tidak ke hotel dulu, karena mau ke Mustafa center dulu, dan sekalian mau cari sendal jepit karena kaki isye udah cenat-cenut lecet....hiks...
Mustafa center itu ternyata sodara-sodara, penuh berjejal-jejal dengan aneka barang dari A-Z, seluruh pekerjanya kashier, SPG..semua orang India kelihatannya...sempet bingung...kenapa disitu banderolnya mahal banget...sendal jepit yang di pasar kaget Sukabumi cuma 10.000 K, disana.....10 SGD wuah...saking perlunya itu sendal jepit, terpaksa deh mahal juga dibeli. Ingat lain kali pakai flat shoes ya BU....
Dapet sendal jepit, rasanya merdeka. mengisi perut dulu sebentar, lanjut jalan kaki pulang ke hotel dan bobo malam.....

Pagi-pagi packing, dan...ternyata karena dipaksain tasku jebol deh, panik tentu saja....sambil buat sarapan akhirnya membahas dimana membeli tas, kemudian sepakat karena ada satu tempat yang belum dikunjungi. tentu sambil menunggu jadwal penerbangan ke bugis street sambil cari tas.
                 

Membayangkan Bugis street tuh seperti apa...ternyata jauh dari bayangan. memang sih barang-barangnya cukup murah, dan tersedia berbagai macam pernak-pernik barang yang bisa dipakai buat oleh-oleh...tapi...lagi-lagi tapi....rasanya seruan belanja di Malboro Yogyakarta ya...
Berhubung harus cari tas dan puter-puter di Bugis street gak ada akhirnya nyari di Bugis Junction, ketemu deh ada tas lagi diskon, harganya....75 SGD, lumayan lah...gak ngimpi beli tas di Singapura.
Lega rasanya sudah dapat tas, bisa buru-buru pulang lagi, packing lagi, buang tas yang lama di tempat sampah, siap-siap ke Changi airport. Selesai sudah petualang tiga hari dua malam di Singapura, tetep harus diulang untuk destinasi yang belum kesampaian.

Senangnya pulang bepergian tidak harus membuat laporan...he he...emangnya perjalanan dinas ???
Terimakasih Henty, Liesye atas kebersamaannya yangsangat  menyenangkan, next trip kita ke KUALA LUMPUR ya...nabung dari sekarang....

Rumah Sederhana Penuh Cinta

Ternyata 21 tahun kami menempati rumah yang disediakan kantor di areal komplek BBPBAT. Sungguh bukan waktu yang singkat, dengan berjuta kenangan yang tumbuh, suka dan duka silih berganti. Gelak tawa serta derai air mata....

Di rumah mungil yang sederhana ini, Salman, Ilham, Laras.....kalian tumbuh dan berkembang, sungguh suatu tempat yang istimewa ketika halaman yang terhampar adalah areal perkolaman yang luas sebagai arena bermain dan belajar, tempat dimana senja selalu memberikan warna-warni jingga yang mempesona, tempat dimana pagi memberikan aroma kesegaran rumput hijau dengan suara burung lincah ceria.

Jika kami memang kemudian meninggalkan rumah ini untuk pindah ke tempat lain, itu karena suatu pilihan, ketika hidup harus terus bergerak, dan usia semakin merambah tentu hal yang tidak mungkin kalau kami harus tetap tinggal di area kantor karena itu bukan milik kami.

Biarlah berjuta cerita itu tetap milik kami dari mulai awal pernikahan kami, anak pertama hingga anak ketiga dengan berbagai cerita dan masing-masing pesonanya, mengisi lembar demi lembar kehidupan kami.

Sungguh, 'asa ngalongkewang'.... meninggalkan tempat yang telah puluhan tahun menjadi saksi bisu keriuhan keluarga, menjadi saksi bisu anak-anak tumbuh dan beranjak remaja.

Baiklah...hidup memang harus terus bergerak, ketika kami memutuskan untuk pindah ke rumah kedua kami, sebuah rumah mungil di perumahan Prana, dengan pertimbangan dekat dengan tempat kerja, tempat sekolah Laras, dan tentu saja tempat kami melepas penat.

Tentu saja, di rumah baru kami, hanya tiga orang penghuni tetap.
Ketika rumah sederhana itu telah mengantarkan Salman untuk kuliah di UGM, untuk kemudian kerja di Jakarta  memulai petualangan baru, menggapai asa dan impian untuk meraih kemenangan.
Ketika rumah sederhana itu  kembali mengantarkan Ilham ke UGM untuk sementara waktu untuk kemudian merengkuh cita-cita dan menggapai dunia...

Disini kami bertiga dan tentu saja kedatangan Salman pada saat libur kerja atau kedatangan Ilham pada saat libur kuliah akan memberikan warna pada kehidupan di rumah kita ke depan.
Semoga akan selalu menjadi temapt hangat untuk bercengkrama, semoga akan selalu menjadi tempat yang indah untuk menuntut ilmu, semoga akan terus meningkatkan kebajikan dalam diri kita...
Semoga rumah ini akan menjadi saksi akan keberhasilan kami menaklukan dunia untuk mendapat suatu tempat yang indah di Syurga kelak

Amin ya Robbal aalamin.....
Rabbana hablana min ajwaajina wadurriyatina qurrata a'yun wajaalna lilmuttaqinna imama..


03 Mei 2014

Silaturami yang Indah

Hari ini hari terakhir mengikuti Training for Trainer di bidang Bahasa Inggris untuk implementing agenceis lanjutan, setelah sebelumnya mengikuti kegiatan yang sama tahun lalu, dengan tempat yang sama Gadjah Mada University Club hotel

Sangat menyenangkan ....karena bertemu dengan pengajar-pengajar hebat dari Fakultas Ilmu Bahasa UGM, dan bertemu dengan orang-orang hebat dengan berbagai pengalaman  dari berbagai instansi.
Seru....karena ketika presentasi kita menyampaikan berbagai topic berbeda : Pertanian, Perikanan, Peternakan, Badan Diklat juga tentang teknologi informasi dan komunikasi

Dan disela-sela kegiatan tentu saja ada rekreasinya kan....

Tahun lalu kami berjalan-jalan ke keraton, museun Ulen Sentani  di Kaliurang dan tentu saja kawasan Merapi, kali ini di hari libur acaranya adalah berwisata ke candi Prambanan dan mengunjungi kawan peserta training tahun lalu yang tidak bisa hadir di kesempatan kedua, tempatnya di Gunung Kidul, beliau seorang wanita tangguh yang kreasinya mengolah berbagai produk makanan berbahan lokal seperti singkong, talas dll.

Setelahnya.....?
Ya...jalan-jalan ke pantai, kali ini yang dikunjungi adalah Pantai Kukup di Gunung Kidul, pantai yang sangat indah dengan pesona yang luar biasa.

Enjoy the pic ya....



Lho....kenapa yang di upload, gambar jalan-jalan saja ...? Ah gak apa-apa lah.....!


07 Januari 2014

Resume 2013

Januari, 2014
Sudah Januari lagi......
melirik posting tahun 2013.....
Hanya satu postingan.....satu.....di Pebruari 2013, halah......sungguh terlalu
Kenapa cuma satu...?
Sibuk....?
Masak sih...?

Ternyata susah sekali mau konsisten nulis, walaupun hanya satu tulisan satu bulan, padahal banyak yang ingin ditulis, ingin disampaikan tapi kenapa tidak terealisasikan ya.

Kembali ke 2013, Banyak perjalanan ke luar kota untuk tahun ini.
Dimulai dari Yogyakarta, Banjarnegara, Kebumen, Kediri, Bandung, Bogor, Jakarta, Bali, Serang, Pontianak...wah kunjungan ke Pontianak adalah kunjungan pertamaku ke Pulau Kalimantan. Semoga...semoga berikutnya dapat kesempatan ke daerah NTB, Papua atau malah Sumatera yang sama sekali belum pernah kupijak.

Menengok lahan perkolaman di berbagai daerah memang menyenangkan, dengan berbagai kondisi dari mulai yang masih sangat tradisional sampai yang sudah maju. Dari yang kelompok taninya solid dan ada juga yang baru terbentuk. Berdiskusi dengan pembudidaya dengan berbagai renik permasalahan dari penyediaan benih sampai pemasaran...mudah-mudahan kunjungan-kunjungan ini memang bermanfaat buat para pembudidaya dan juga buatku tentunya...

Sisi lain dari pekerjaan dalam kunjungan adalah....tentu saja bisa menikmati berbagai kuliner khas masing-masing daerah, aneka ragam, aneka rasa dan aneka cerita.

Okay....mari kita hadapi tahun 2014, dengan harapan akan lebih baik dari sebelumnya...
Bismillahirrahmaanirrahiim