03 Mei 2014
Silaturami yang Indah
Sangat menyenangkan ....karena bertemu dengan pengajar-pengajar hebat dari Fakultas Ilmu Bahasa UGM, dan bertemu dengan orang-orang hebat dengan berbagai pengalaman dari berbagai instansi.
Seru....karena ketika presentasi kita menyampaikan berbagai topic berbeda : Pertanian, Perikanan, Peternakan, Badan Diklat juga tentang teknologi informasi dan komunikasi
Dan disela-sela kegiatan tentu saja ada rekreasinya kan....
Tahun lalu kami berjalan-jalan ke keraton, museun Ulen Sentani di Kaliurang dan tentu saja kawasan Merapi, kali ini di hari libur acaranya adalah berwisata ke candi Prambanan dan mengunjungi kawan peserta training tahun lalu yang tidak bisa hadir di kesempatan kedua, tempatnya di Gunung Kidul, beliau seorang wanita tangguh yang kreasinya mengolah berbagai produk makanan berbahan lokal seperti singkong, talas dll.
Setelahnya.....?
Ya...jalan-jalan ke pantai, kali ini yang dikunjungi adalah Pantai Kukup di Gunung Kidul, pantai yang sangat indah dengan pesona yang luar biasa.
Enjoy the pic ya....
Lho....kenapa yang di upload, gambar jalan-jalan saja ...? Ah gak apa-apa lah.....!
07 Januari 2014
Resume 2013
Sudah Januari lagi......
melirik posting tahun 2013.....
Hanya satu postingan.....satu.....di Pebruari 2013, halah......sungguh terlalu
Kenapa cuma satu...?
Sibuk....?
Masak sih...?
Ternyata susah sekali mau konsisten nulis, walaupun hanya satu tulisan satu bulan, padahal banyak yang ingin ditulis, ingin disampaikan tapi kenapa tidak terealisasikan ya.
Kembali ke 2013, Banyak perjalanan ke luar kota untuk tahun ini.
Dimulai dari Yogyakarta, Banjarnegara, Kebumen, Kediri, Bandung, Bogor, Jakarta, Bali, Serang, Pontianak...wah kunjungan ke Pontianak adalah kunjungan pertamaku ke Pulau Kalimantan. Semoga...semoga berikutnya dapat kesempatan ke daerah NTB, Papua atau malah Sumatera yang sama sekali belum pernah kupijak.
Menengok lahan perkolaman di berbagai daerah memang menyenangkan, dengan berbagai kondisi dari mulai yang masih sangat tradisional sampai yang sudah maju. Dari yang kelompok taninya solid dan ada juga yang baru terbentuk. Berdiskusi dengan pembudidaya dengan berbagai renik permasalahan dari penyediaan benih sampai pemasaran...mudah-mudahan kunjungan-kunjungan ini memang bermanfaat buat para pembudidaya dan juga buatku tentunya...
Sisi lain dari pekerjaan dalam kunjungan adalah....tentu saja bisa menikmati berbagai kuliner khas masing-masing daerah, aneka ragam, aneka rasa dan aneka cerita.
Okay....mari kita hadapi tahun 2014, dengan harapan akan lebih baik dari sebelumnya...
Bismillahirrahmaanirrahiim
14 Februari 2013
Cerita Senja
Sore ini, Rabu 14 Pebruari ...
gerimis tak kunjung usai semenjak siang tadi, suamiku asyik dengan tuts keyboardnya menyanyikan lagu Paint my love MLTR.
Puteri bungsuku sibuk menyelesaikan tugas menulis biografi Justin Bieber, hmh....padahal sudah aku komplain kenapa harus Justin sih yang ditulis kayak gak ada orang lain aja...tapi begitulah keukeuh...
Ilham...sesore ini belum pulang, hari- hari yang sibuk buat dia maklum menjelang UAN kegiatan sekolah diperpadat dengan pemantapan, ditambah dengan tugas jadi panitia pembuatan buku tahunan selolah, tambah sibuk.
Seminggu ini lebih parah, pulangnya menjadi malam ketika ditanya ada apa lagi ternyata...oh ternyata latihan band untuk band pembuka pada acara GSC party di sekolahnya, katanya sih bintang tamunya RAN...hadeueuh...
Seiring gerimis yang belum juga usai jadi inget Aa Salman. Lagi ngapain kamu A? Apakah penulisan skripsinya lancar? Iadu doakan lancar ya dan terus semangat, ganbatte!!!
Sudah menjelang magrib....
Siang tadi di kantorku ada rapat, pembahasan kegiatan 2013, kadang suka aneh tapi nyata kalau pekerjaan kita 'dibajak' dan dianggap pekerjaan orang lain, ada juga yang merasa volume kerjanya lebih berat, padahal kenyataannya dia sendiri yang tidak mampu mendelegasikan tugas, aya- aya wae, selalu aja ada sesi 'hot' pada setiap rapat.
25 Desember 2012
Etika.....Kebiasaan....Pembiasaan
Ada yang membuat aku tertarik pada senam bersama ini karena berbagai lapisan masyarakat yang hadir dan juga karena berbagai tingkah para peserta yang unik-unik, dan yang bisa aku tangkap adalah sebagai berikut:
Pertama
Sebelum mulai senam, acara dimulai dengan siraman rohani sekitar setengah jam, dengan ustad yang berbeda dan topik yang berbeda pula setiap minggunya. Pada saat siraman rohani segelintir orang akan duduk dan menyimak dengan cermat tausiyah pak Ustad tepat di depan beliau berdiri, sebagian lagi bertebaran di sekitar trotoar sambil mengobrol, walaupun ada juga yang tetap menyimak. Begitu pak Ustad selesai, segera peserta maju ke depan dan berebut tempat yang paling depan dengan alasan biar instrukturnya kelihatan, hmmm...
Kedua
Biasanya sebelum dimulai instruktur akan mengatur barisan supaya jarak cukup untuk merentangkan tangan, disini biasanya ada beberapa orang yang gak mau bergeser karena alasan tadi itu, tempatnya sudah strategis dan beralasan nanti juga akan lega dengan sendirinya. Ok....senam dimulai dan peserta mulai bergerak. Bagaimana dengan peserta yang datang terlambat.....biasanya mereka langsung mengikuti barisan yang sudah ada di bagian belakang, tapi.....ada juga yang langsung ngambil tempat di depan atau di tengah, dan tentu saja menggeser tempat orang....hal ini dilakukan dengan santai tanpa perasaan bersalah, sebagian ada yang berani menegur untuk tidak mengambil tempatnya, ada juga yang hanya bisa diam dan mengabaikan...tapi, ada juga yang memilih mengalah dan peserta yang lebih duluan malah yang pindah ke belakang.
Ketiga
Usai senam....ada pembagian minuman mineral gelas, telur atau kacang hijau....nah kebayang kan ...setelah berkeringat deras selama senam, tentu hausnya bukan kepalang, semua berebut untuk mengambil air minum lebih dulu, lucunya ada juga peserta yang mengambil minuman dua atau tiga gelas demikian juga dengan telurnya..rupanya tidak ingat bahwa masih banyak peserta lain yang karena nggak mau berebutan akhirnya ya tidak kebagian ....lebih parah lagi ketika melihat ada yang mengambil minuman lebih dari satu lalu menggunakan air minum lainnya untuk cuci tangan, aduh...padahal yang lain kehausan sangat dan tidak kebagian pula...
Keempat
Selesai dapat minim dan dapat telur, dengan santainya mereka melempar cangkang telur, gelas plastik bekas minuman di jalan begitu saja, tanpa ragu....padahal biasanya para petugas kebersihan sudah membersihkan area senam sebelumnya dan tentu saja mereka harus membersihkan lagi setelah senam selesai......
Semuanyakah begitu....?
Tentu saja tidak, ada juga yang mengambil barisan sesuai dengan arahan instruktur, ada juga yang mengambil minum secara antri walaupun kadang akhirnya tidak kebagian, ada juga yang membuang sampah ke tempat yang telah disediakan, tetep ada....
Intinya.....ada yang dari tampangnya kelihatan cantik, berpendidikan orang berada tapi tidak punya etika, ada juga yang kelihatan biasa-biasa saja tapi memiliki attitude yang baik. Ada juga yang memang cantik, penampilan lebih tapi tetep beretika....
Hanya sekedar mengamati keragaman tabiat urang Sukabumi pada satu momen ....senam bersama di hari Minggu
18 Juni 2012
Pernak-Pernik Perpisahan Sekolah
Disinilah cerita dimulai...
Dua puteraku tentu saja tidak perlu banyak urusan dengan kostum, asal pakai jas beres, tapi untuk puteri bungsuku tentu saja beda. dua bulan sebelumnya sudah siap merancang model baju, mencari bahan dan tentu saja mencari tukang jahit. untung saja untuk hal ini dikoordinir oleh dewan kelas yang telah berkenan bersusah payah hunting bahan dan tukang jahit.
Beres urusan baju, pindah ke urusan sepatu, so...berlanjut hunting sepatu, mengingat ukuran sepatu puteriku yang lumayan besar, cukup membutuhkan waktu juga mencari sepatu yang cocok, tapi akhirnya ketemu juga di Toserba Slamet.
Pakaian beres, sepatu siap....giliran hunting salon, karena walaupun sudah dibujuk untuk make up di rumah saja, keukeuh ungin di salon biar lebih bagus katanya, hunting salon urusan ribet apalagi berhubungan dengan cost yang lumayan besar dari Rp 200.000,- sampai Rp 500.000,- walah....memang, musim perpisahan sekolah adalah musim panen salon dan sewa pakaian, akhirnya dapat salon tetangga saja yang dekat dari rumah, ya ....salon Bu Yuyun yang siap merias wajah puteriku dengan perjanjian..minta dirias yang natural dengan kerudung yang simpel dan tidak ribet, setuju...deal... dengan cost Rp 150.000,-
Tak dinyana, aku mendapat tugas untuk pelatihan ke Jakarta dari tanggal 17-21 Juni, hari terakhir adalah hari perpisahan anakku, ketika aku konfirmasi ke puteriku, tentu saja..dia langsung manyun dan berlinang air mata sambil berkata: Ibu pilih kerjaan atau anak....hmh....Finally aku bilang Ibu pergi hanya sampai tanggal 20 dan diusahakan pulang malam itu juga, ok semua beres...
Terima kasih tak terhingga, Allah memberikan jalan terbaik, karena ternyata sesampainya aku di Jakarta, Panitia menginformasikan bahwa acara hanya berlangsung sampai Rabu siang, Alhamdulillaah berarti aku bisa pulang siang hari dan bisa menyiapkan acara puteriku. Alhamdulillah Rabb...
Malam ini, malam kedua di hotel Bintang Griyawisata, sambil melepas penat setelah seharian menerima materi mikrobiologi....
Ada lagi yang aku fikirkan....
Nanti, untuk acara perpisahan anakku, aku pakai baju apa....
Ha.....
Telpon dewan sekolah, "orang tua ada pakaian seragam kelas atau bagaimana...?"
"Ada Bu, nanti hari Selasa dititipkan ke Laras, cukup Rp 100.000,- saja untuk tunik, bawahannya bisa pakai blue jeans dengan kerudung menyesuaikan, Alhamdulillah...
Memang ternyata tidak hanya kostum anak, ibu pun harus tampil beda pada acara spesial ini, meskipun hanya perpisahan Sekolah Dasar.
07 Juni 2012
it's about woman and love
cerita satu :
Suaminya adalah seorang pensiunan yang seiring dengan waktu luangnya mencoba mengisi hari-hari dengan berbagai kerjasama bisnis, terkadang berhasil dan memberi istrinya limpahan materi, namun semakin lama yang timbul hanyalah cerita tertipu dan tertipu, hadirnya berbagai karakter orang yang datang untuk menagih hutang, menuntut kejelasan kerjasama, apa yang dia lakukan...
Seorang isteri tentulah tidak bisa tinggal diam melihat kondisi suami yang terpuruk, dan tentu saja si isteri tampil sebagai pahlawan, mengingat pada saat ini kondisi pekerjaannya cukup mapan, dia berusaha untuk menutupi seluruh masalah keuangan suami, demi nama baik, demi keluarga....
Ketika suami enggan untuk meninggalkan cerita lamanya, dan kerugian yang didapat terulang dan terulang lagi...inilah awal keluh kesah sang isteri yang sambil berlinang air mata bertutur kepadaku,....aku lelah....aku ingin melepaskan diri dari semua itu...., aku hanya bisa berucap, coba sadarkan dulu suamimu, jangan kau tinggalkan begitu saja....Ketika kemudian kejadian itu kembali terulang untuk kesekian kali dan tetap dengan menghilangkan puluhan juta rupiah....dia hanya bisa berkata; kalau saja aku tinggalkan dia dan aku hidup dan mampu menghidupi anak-anakku sendiri, lalu bagaimana dengan dia, suamiku.... bagaimana kalau dia sakit, bagaimana dengan makannya, siapa yang akan mengurusnya..... aku hanya bisa berkata, dengan begitu kau masih menCINTAI nya.
Cerita dua:
Suaminya adalah seorang supir angkutan kota, dengan trayek yang kurang menguntungkan sehingga terkadang, suami datang hanya dengan membawa yang tidak cukup untuk makan sehari-hari. kawanku sendiri mempunyai pengahsilan tetap akan tetapi tidak seberapa dan tidak cukup untuk membiayai hidup sekeluarga selama satu bulan.
Lalu.....ketika sang suami terkena masalah sehingga terkadang malah menggerogoti keuangan yang sebenarnya bahkan tidak cukup untuk kebutuhan primer....tidak pernah sekalipun terungkap kata penyesalan, semuanya dia terima dengan lapang, tidak juga dia ceritakan kepada keluarganya yang lain walaupun mereka berkecukupan.
Dan, ketika terkadang dia dan anak-anaknya menahan lapar tak terhingga karena tidak ada uang untuk membeli sejumput beras, bahkan tanpa linangan air mata dia berkata kepada anak-anaknya...sabar ya sayang, ayah sedang berusaha mencari uang untuk kita...
tak pernah sedikitpun dia mengeluhkan keadaan kepada suaminya, dia selalul berusaha menutupi seluruh kesulitan dengan tegar, lalu ketika dia kutanya kenapa tidak minta tolong kepada keluarganya yang lain; dia hanya berkata; aku tidak mau menurunkan martabat suami di mata keluarga besarku. Apapun yang terjadi akan kami hadapi dengan lapang, tak sebersit pun ada keinginan untuk berpisah, karena aku menCINTAInya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Aku hanya terpekur, dengan kata CINTA, seorang wanita bisa perkasa, dengan CINTA wanita melepaskan seluruh ego nya. Dengan CINTA aku bisa mensyukuri apa yang aku miliki...

