03 Juni 2009

capres dan cawapres, pilih siapa ...?

Seru juga menyimak sepak terjang tim sukses ketiga pasangan capres dan cawapres kita, kadang-kadang lucu karena hal-hal sepele pun diangkat, dibicarakan dan dikomentari, dari masalah kuda, neolib sampai ke masalah jilbab.

omong-omong soal kuda, duluuu sekali, pernah punya keinginan mempunyai rumah yang luas dengan halaman penuh pepohonan dan ada ranch dengan kuda-kuda yang bagus...terobsesi dengan buku-buku cerita kehidupan di Texas he he...Alhamdulillah ternyata salah satu cawapres kita memilikinya. ikut senang lah meskipun impianku sih terkubur begitu saja, soalnya ternyata sebelah rumahku bukan ranch tapi kolam ...

Selain itu karena seringnya istilah neolib muncul, akhirnya jadi pengin tahu apa sih itu neo liberalisme, ternyata ada juga pernyataan bu Sri Mulyani tentang apa itu neolib. jujur aja saya paling nggak ngerti istilah-istilah ekonomi. Tapi kenapa berikutnya semua masalah dikaitkan dengan neolib ya...jadi populer deh itu kata.

Lalu tentang jilbab, wah...ternyata jadi topik menarik juga ya untuk menarik pendukung.

Yah...apapun itu kita memang harus memilih salah satu dari mereka tentunya yang terbaik dengan harapan agar bangsa kita akan lebih sejahtera, adil dan makmur.

BTW jadi agak takut-takut ya menulis sekedar curahan hati di blog...takut kayak Prita...ih sereeemmm

23 April 2009

Ujian Akhir Nasional

Saat ini UAN untuk SMA sedang berlangsung, untuk 6 mata pelajaran; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, Biologi, dan Fisika dengan nilai kelulusan minimal 5,5. Jika dilihat angkanya kelihatannya memang kecil ya, tapi...mengingat dari tahun-ketahun masih banyak saja anak yang nggak lulus, terang saja hal ini membuat senewen orang tua. Kekhawatiran yang sangat beralasan, bayangkan saja kelulusan ditentukan dengan 2 jam pelajaran ujian, dan kalau tidak lulus harus mengikuti ujian paket C. Kebayang nggak sih kalau ada anak yang kebetulan bersekolah di sekolah favorit ternyata ijazahnya dari paket C. Walaupun ada beberapa perguruan tinggi yang menerima lulusan berijazah paket C, tapi ada juga perguruan tinggi yang memang mensyaratkan kelulusan di UAN.

Kalau difikir sebenarnya anaknya pasti lebih senewen, karena mereka yang harus menjalani, kadang suka kasihan dan ikut merasa capek melihat persiapan anak-anak menjelang UAN, mulai pelajaran tambahan di sekolah, belum lagi ikut bimbingan belajar sehingga pulang ke rumah terkadang sudah malam.

Hari-hari menunggu pengumuman kelulusan juga tentunya akan membuat waktu serasa berjalan sangat lambat, apa sih yang tidak lebih menjemukan selain menunggu...?

OK, di balik semua itu tentu Pemerintah kita memang menginginkan standar kelulusan secara nasional untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, semoga saja niat baik ini tidak menimbulkan beban berlebihan buat anak dan juga orang tua.

Buat anakku dan juga semua anak SMA yang sedang mengikuti UAN, moga-moga kalian berhasil mengatasi momok UAN dan semoga berhasil lulus dengan nilai baik/memuaskan...doa ibu berada dalam setiap helaan nafasmu nak...

02 Februari 2009

Basa Sunda kumaha bejana...

Asa geus lawas pisan kuring tara maca buku anu make basa Sunda. Sok inget jaman baheula bapa kuring sok langganan majalah Mangle atawa Suara Daerah anu mangrupakeun buku pikeun anggota PGRI. Harita sok pogot pisan macaan carita pondok atawa carita nyambungna. Kabehdieunakeun mah asa rada hese manggihan buku basa Sunda teh, mun aya oge asa teu pati alus jejer caritana.

Minggu kamari basa ulin ka perpustakaan bet manggihan buku anu alus pisan, matak kataji ku eusi, teu salah da eta buku teh mangrupakeun autobiografina Prof. Drs. HR. Muhtar Affandi Rektor UNPAS manten, oge pernah jadi Pupuhu Paguyuban Pasundan. Buku ieu medarkeun carita rupa-rupa kajadian anu kungsi kaalaman ku anjeunna, anu ngalaman hirup dina jaman Walanda jeung Jepang. Ku kabeneran deuih geuning anjeunna teh urang Jampang Kulon, ari sakolana di HIS jeung MULO Sukabumi, bari dilengkepan ku poto- poto wangunan Walanda jaman baheula asa wararaas nempona. Sanajan bukuna kandel tapi caritana teu matak bosen, matak betah ngilona.

Buku nu hiji deui mah mangrupakeun kumpulan essay Ajip Rosidi anu kungsi dimuat dina majalah Mangle, eusina rupa-rupa pisan, lolobana mah carita anu ditulis titimangsana keur di Osaka. ti mimiti paguneman ihwal ejahan basa Sunda npikeun ka surat-surat pribadi anu dimuat oge ku majalah mangle, da alus pikeun dibaca ku sarerea.

Hanjakal pisan ieu buku anu aralus teh teu bisaeun dibaca ku barudak, rumasa barudak teh teu ngalartieun basa Sunda anu asli kieu mah, majarkeun teh hese...nyaeta atuh caritana cicing di Sukabumi ari ngobrol sapopoe make basa Indonesia da lamun diajak ngobrol ku basa sunda oge ngajawabna teh pasti we ku basa Indonesia, hanjakal pisan...

24 Januari 2009

Catatan buat Mamah dan Apa

Hari ini aku terima pesan singkat dari Dini Hariany sahabat lamaku, isinya membuatku merenung..ya..kehilangan ibunya di akhir Desember lalu ternyata masih menyisakan kepedihan mendalam bagi dia, dan diujung pesannya Dini menuliskan kalimat"mumpung orang tuamu masih ada sering-seringlah menengok, karena penyesalan itu tidak pernah datang di awal". Penyesalan karena selama ini ternyata kepedulian kita terhadap orang tua sangatlah minim. Berbagai alasan sering muncul ketika mereka menanyakan kapan akan berkunjung...

Pesan singkat itu juga mengingatkanku kepada orang tuaku tercinta yang kini hanya tinggal berdua di rumah, Alhamdulillah Allah masih memberi kesehatan kepada mereka.
Dulu... dengan delapan anak dan penghasilan Apa yang hanya seorang guru desa, tentunya sangat sulit membesarkan dan menyekolahkan kami, tapi dengan kesederhanaanya ternyata semua bisa diatasi.

Ketika aku merengek-rengek minta tas baru, mamahku mebuatkan aku sebuah tas lucu dari bahan wol, ya...mamah merajut baju hangat, tas dan juga menjahitkan pakaian untuk anak-anaknya kadang sampai larut malam...tapi cinta dan kasih sayang seakan menguapkan segala kelelahan.

Maafkan kami ya Mah, Pa...karena tidak setiap saat bisa mengunjungi dan berkumpul di rumah. maafkan kami yang tidak ada pada saat kalian membutuhkan. Di usia kami yang sudah menjadi orang tua juga dari anak-anak kami, cinta dan kasih sayang kalian laksana cahaya penerang yang selalu menyinari dan memberi kehangatan.

08 Januari 2009

Senja di kaki langit



Hari ini, pulang kerja rasanya penat sekali...minggu pertama awal tahun, rasanya pekerjaan kok langsung berjibun.
Sampai di rumah terasa sepi karena anak-anak sedang berlibur ke rumah eyangnya.
Tapi.... seusai mandi dan ketika beranjak menutup gorden belakang rumah...semburat lembayung berwarna kuning keemasan, nampak di kaki langit dengan latar depan pohon kelapa yng memang banyak tumbuh di areal perkolaman di belakang rumah (dinas) ku. Sungguh mempesona...lukisan alam yang luar biasa... segera saja kuambil kamera dan jepret..jepret....
Ketika aku tunjukkan gambarnya ke suami, langsung deh komentar....harusnya pake kecepatan rendah, harusnya bla...bla....supaya gambarnya bagus bu...

Ah biarin aja yang penting hilang sudah penatku, memandangi keindahan langit sore dan tak henti-hentinya memuji kebesaranNya ...Subhaanaka Maa Kholaqta haadza bathila

21 Desember 2008

Bunga-bunga bermekaran

Lagi seneng jepret-jepret nih, dan karena bunga-bunga di halaman sedang bermekaran, jadilah objeknya kali ini bunga....





12 Desember 2008

Maryamah Karpov

Straddling the top of the world, one foot in Tibet and the other in Nepal, I cleared the ice from my oxygen mask, hunched a shoulder against the wind, and stared absently at the vast sweep of earth below. I understood on some dim, detached level that it was a spectacular sight. I'd been fantasizing about this moment, and the release of emotion that would accompany it, for many months. But now that I was finally here, standing on the summit of Mount Everest, I just couldn't summon the energy to care...into thin air by Jon Krakauer

rasanya aku tak pernah bosan membaca buku ini, deti-detil perjalanan menuju puncak Himalaya seolah-olah membawaku turut serta menapakkan kaki diantara bongkahan salju yang tebal dan udara dingin yang menusuk sampai ke sumsum tulang...ah memang paling asyik membaca tulisn tentang traveling semacam itu. Itu juga alasanku mengapa aku tak pernah melewatkan "catatan seorang backpacker" nya Agustinus Wibowo di www.kompas.com setiap hari tak terlewatkan, penuturunnya tentang perjalanan menyusuri Asia Timur sungguh menawan, tak hanya menceritakan keindahan alam yang dilalui tapi juga dengan berbagai karakter bangsa yang disinggahi sungguh menarik...

Kisah perjalanan Ikal dan Arai di "Edensor" juga sangat membuatku terlena yeah...aku tak pernah berani bahkan hanya untuk membayangkan bahwa suatu saat aku bisa keliling Eropa toh dengan membaca buku itu cukup memuaskan dahagaku.

Terakhir buku yang baru saja selesai kubaca, Maryamah Karpov buku ke empat Tetralogi laskar Pelangi telah membawaku ke kehidupan di tanah airku tercinta, tepatnya di gugusan pulau-pulau di Belitung, sangat menakjubkan, membiarkan pembaca mengembara ke suatu kehidupan yang sarat perjuangan, tak cukup kata untuk mengungkapkannya, pokoknya seru banget...